Stadium Dalam Kanker Rahim

Gejala dari kanker rahim umumnya terjadi akibat dari keputihan yang lama dan pengobatan yang dilakukan tidak terlalu baik, keputihan tidak normal juag dapat diajdikan sebagai tanda dari awal timbulnya kanker rahim. Keputihan tidak normal, seperti keputihan berbau, warna cairan keputihan yang kekuningan atau kehijau-hijauan. Keputihan juga dapat ditulrakan melalui hubungan intim dan terjadi pendarahan (contact bleeding).

Kanker rahim terjadi tidak langsung serta merta, kanker rahim terbentuk dan terjadi melalui tahapan awal stadium 1 yang terjadi tanpa dirasakan adanya keluhan, namun ketika memasuki stadium 1 A -3B seseorang yang menderita kanker rahim baru akan merasakan gejala yang timbul pada sekitar organ intimnya.

Contoh kanker rahim dalam stadium 3

Sistem yang umumnya digunakan untuk pembagian stadium kanker serviks atau kanker rahim adalah sistem yang diperkenalkan oleh International Federation of Gynecology and Obstetrics (FIGO). Pada sistem ini, angka romawi 0 sampai IV menggambarkan stadium kanker. Semakin besar angkanya, maka kanker semakin serius dan dalam tahap lanjut.

Stadium 0

Stadium ini disebut juga carcinoma in situ (CIS). Tumor masih dangkal, hanya tumbuh di lapisan sel serviks.

Stadium I

Kanker telah tumbuh dalam serviks, namun belum menyebar kemanapun. Stadium I dibagi menjadi:

Stadium IA1

Dokter tidak dapat melihat kanker tanpa mikroskop. Kedalamannya kurang dari 3 mm dan besarnya kurang dari 7 mm.

Stadium IA2

Dokter tidak dapat melihat kanker tanpa mikroskop. Kedalamannya antara 3-5 mm dan besarnya kurang dari 7 mm.

Stadium IB1

Dokter dapat melihat kanker dengan mata telanjang. Ukuran tidak lebih besar dari 4 cm.

Stadium IB2

Dokter dapat melihat kanker dengan mata telanjang. Ukuran lebih besar dari 4 cm.

Stadium II

Kanker berada di bagian dekat serviks tapi bukan di luar panggul. Stadium II dibagi menjadi:

Stadium IIA

Kanker meluas sampai ke atas vagina, tapi belum menyebar ke jaringan yang lebih dalam dari vagina.

Stadium IIB

Kanker telah menyebar ke jaringan sekitar vagina dan serviks, namun belum sampai ke dinding panggul.

Stadium III

Kanker telah menyebar ke jaringan lunak sekitar vagina dan serviks sepanjang dinding panggul. Mungkin dapat menghambat aliran urin ke kandung kemih.

Stadium IV

Pada stadium ini, kanker telah menyebar ke bagian lain tubuh, seperti kandung kemih, rektum, atau paru-paru. Stadium IV dibagi menjadi:

Stadium IVA

Kanker telah menyebar ke organ terdekat, seperti kandung kemih dan rectum

Stadium IVB

Kanker telah menyebar ke organ yang lebih jauh, seperti paru-paru.

Posted in Gejala Kanker Rahim | Tagged , , , , , , , | Leave a comment

Cara Mencegah Kanker Rahim

Kanker merupakan penyakit yang sangat berbahaya dan sangat ditakuti siapa saja. Banyak jenis kanker yang dinilai cukup sulit diatasi dan gejalanya tidak mudah untuk diketahui, tanpa disadari kanker ini telah menyebar ke beberapa jaringan dan memasuki stadium lanjut, sehingga pengobatan dan pencegahan dinilai lambat.

Timbulnya penyakit kanker tidak hanya disebabkan oleh beberapa faktor penyebab seperti virus human papilloma (HPV) yang disinyalir sebagai virus dan penyebab utama dari penyakit kanker. Namun pola kehidupan yang salah dan kurang disiplin seperti pola makan, kebiasaan sehari-hari (seperti rokok, minum alkohol) dan kurangnya olahraga juga menjadi pemicu dari timbulnya penyakit.

Kanker yang cukup menakutkan adalah kanker rahim, kanker ini hanya menyerang organ intim wanita. Organ intim memang sangat rentan terkontaminasi oleh berbagai hal serangan penyakit yang meresahkan. Penularan penyakitnya pun beraneka ragam, namun penularan yang paling mudah terjadi adalah melalui hubungan seksual, perilaku seksual yang tidak sehat dsb.

Jika tubuh merasa mengalami gejala yang tidak menyenangkan, segera lakukan pemeriksaan dan lakukan pencegahan dengan disiplin dalam menerapkan pola hidup yang sehat dengan cara, sebagia berikut :

1. Hindari rokok

Rokok mengandung nikotin yang cukup berbahaya bagi kesehatan tubuh, terutama pada wanita yang aktif merokok. Diketahui dalam sebuah slogan kemasan rokok tertulis bahaya dari rokok bagi wanita, seperti gangguan janin dan kanker (kanker paru0paru, kanker kandung kemih, dan kanker serviks).

2. Konsumsi makanan yang sehat dan seimbang

Konsumsi makanan sehat dengan kelengkapan gizi yang seimbang seperti sayur , buah-buahan segar dan lainnya merupakan menu penting dalam menyeimbangkan asupan vitamin tubuh agar tubuh selalu sehat dan setidaknya mengurangi atau memperkecil resiko dari kanker.

3. Menjaga berat badan dengan olahraga rutin

Menjaga berat badan merupakan faktor penting, dengan memiliki berat tubuh yang ideal dan mampu menjaga berat badan memperkecil resiko dari bahaya kanker. Olahraga rutin yang dilakukan idealnya adalah 2-3 kali dalam seminggu per 30 menit. Olahraga selain membuat tubuh terlihat lebih segar, olahraga ringan juga mampu mengurangi rasa stress, seperti senam yoga, pilates dan senam kegel yang merupakan senam untuk memperkuat otot di sekitar organ intim.

4. Deteksi dini

Jika telah mengetahui gejala terserang kanker, lakukan pemeriksaan lebih cepat untuk mendeteksi stadium kanker yang diderita agar sel kanker tidak semakin berkembang biak. pemeriksaan atau deteksi lebih dini dapat dilakukan dengan pemberian vaksinasi, pap smear dan serangkaian pengobatan yang tersedia untuk menekan kanker rahim agar tidak semakin berkembang.

Posted in Gejala Kanker Rahim | Tagged , , , , , , | Leave a comment

Gejala Awal Kanker Rahim

Kanker rahim sering disebut sebagai “silent killer”. Kanker rahim juga dapat mengakibatkan hal yang sangat fatal dan menakutkan, kanker rahim dapat mengancam jiwa seseorang yang terindetifikasi oleh kanker rahim ini.

Kanker rahim juga bisa menjadi pembunuh nyawa manusia setelah kanker payudara. Gejala dari berbagai penyakit kanker ini memang tak diketahui secara jelas dan pasti, bagamana gejala dari suatu penyakit kanker itu muncul dan dirasakan oleh tubuh. Gejala adanya kanker baru akan dirasakan bila kanker sudah memasuki stadium lanjut atau kronis.

Gejala kanker rahim tidak dapat diketahui secara jelas dan spesifik. Sebuah riset terbaru mengungkapkan bahwa penderita kanker rahim umumnya mengalami gejala yang sifatnya menetap, seperti :

- Terjadi penekanan pada abdomen, sehingga tubuh atau bagian rahim terasa penuh, bengkak atau kembung.

- Rasa ingin berkemih terus-menerus

- Gangguan pada sistem pencernaan yang sifatnya menetap sering terasa mual ingin muntah

- Sering merasakan sembelit tanpa penyebab atau alasan yang jelas

- Menurunnya selera makan, makan sedikit langsung terasa kenyang

- Rasa sakit pada bagian organ intim dalam ketika melakukan hubungan intim

- Perasaan mudah lelah, letih dan lesu meski telah cukup beristirahat

- Rasa sakit pada daerah di sekitar pinggang atau panggul

- Terjadi perubahan siklus menstruasi yang tidak normal

Untuk memastikan dari gejala diatas ada atau tidaknya kanker rahim yang bersarang pada rahim, lakukan pemeriksaan lebih lanjut untuk mendapatkan penangganan serta pengarahan sebagai salah satu upaya dari pencegahan kanker rahim, seperti CT-Scan, Sinar X atau pemeriksaan langsung pada organ intim.

Posted in Gejala Kanker Rahim | Tagged , , , , , , , , , , | Leave a comment